Hybrid Active Filter Sistem Pembangkit

Harmonisasi disebabkan oleh beban non linier menyebabkan bentuk gelombang arus maupun tegangan idealnya adalah sinusoidal murni akan menjadi cacat akibat distorsi harmonisasi yang terjadi. Harmonisasi juga mengakibatkan buruknya power quality pada utility atau pada sistem tenaga listrik sistem pembangkit. Peredam Harmonisasi dengan menggunakan Hybrid Active Filter seri-seri merupkan pilihan yang tepat untuk mengurangi harmonisasi tegangan arus.

Apa yang dimaksud dengan penyaring?
Filter adalah alat yang melewati sinyal-sinyal listrik pada frekuensi tertentu atau sedangkan rentang frekuensi mencegah bagian dari orang lain. Rangkaian filter digunakan dalam berbagai aplikasi. Di bidang telekomunikasi, band-pass filter yang digunakan dalam rentang frekuensi audio (0 kHz sampai 20 kHz) untuk modem dan pidato pengolahan. Frekuensi tinggi band-pass filter (beberapa ratus MHz) adalah digunakan untuk saluran telepon seleksi di kantor pusat. Sistem akuisisi data biasanya  memerlukan anti-aliasing filter low-pass maupun kebisingan low-pass filter dalam sinyal sebelumnya tahap pengkondisian. Pasokan daya sistem sering menggunakan filter band-penolakan untuk menekan 60-Hz frekuensi dan frekuensi tinggi transien. Selain itu, ada filter yang tidak menyaring frekuensi sinyal masukan yang rumit, tetapi tambahkan saja pergeseran fasa linier frekuensi untuk masing-masing komponen, sehingga memberikan kontribusi untuk konstan waktu tunda Ini disebut pass filter.

Pada frekuensi tinggi (> 1 MHz), semua filter ini biasanya terdiri dari komponen pasif  seperti induktor (L), resistor (R), dan kapasitor (C). Mereka kemudian disebut LRC filter. Dalam rentang frekuensi rendah (1 Hz sampai 1 MHz), Namun, nilai induktor menjadi sangat besar dan induktor itu sendiri mendapatkan cukup besar, membuat produksi yang ekonomis sulit.
Dalam kasus ini, filter aktif menjadi penting. Rangkaian filter aktif yang menggunakan operasional amplifier (op amp) sebagai perangkat aktif dalam kombinasi dengan beberapa resistor dan kapasitor untuk memberikan LRC-seperti kinerja filter pada frekuensi rendah.
Sehingga terjadi harmonisasi frekuensi pada sistem pembangkit yang diberikan Hybrid Active Filter .

picture1Gambar. Design Hybrid Active Filter

Kapal-kapal Tektonik yang Bertabrakan

Apa sik yang terjadi di gempa tasikmalaya…

terbermuda1nyata terjadi kapal-kapal tektonik yang bertabrakan, Kapal-kapal tektonik yang saling bertabrakan itu adalah lempeng-lempeng litosfer India-Australia dengan Eurasia. Lempeng India-Australia merupakan lempeng samudra yang bergerak relatif ke arah utara. Pergerakan rata-ratanya mencapai 7 – 10 cm/tahun. Ketika lempeng ini bergerak ke utara, di utara dihadang oleh lempeng raksasa yaitu lempeng Eurasia, gabungan besar antara benua Eropa dan Asia. Interaksi kedua lempeng raksasa ini mempunyai dua fenomena besar yaitu terbentuknya Pegunungan Himalaya dan palung-palung laut dalam. Lempeng India-Australia sejatinya adalah lempeng yang sebagian besar menempati Samudra Hindia sehingga disebut lempeng samudra. Di atasnya menumpang Benua Australia dan India. Ketika bagian India yang berupa benua bertabrakan dengan lempeng Benua Eurasia, terciptalah Pegunungan Himalaya. Dalam geologi, peristiwa tabrakan dua lempeng benua itu disebut collision alias tabrakan. Bayangkan jika dua lokomotif bertabrakan frontal. Kedua lokomotif akan terangkat naik. Begitulah bagaimana Pegunungan Himalaya terbentuk menjulang hingga ketinggian 8.848 m di atas muka laut. Read more »

ATOM SEBAGAI PENYUSUN ALAM SEMESTA


picture1Sudah sejak jaman dahulu manusia tertarik kepada benda-benda yang ada di sekeliling mereka. Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan mencatat, bahwa banyak di antara para filsuf Yunani kuno telah berusaha menerangkan materi yang ada di sekitar mereka. Di salah satu sekolah filsafat Yunani kuno misalnya, Empedocles (abad ke-5 SM) mengajarkan bahwa ada empat bahan dasar penyusun alam, yaitu tanah, udara, api, dan air.

Dari Yunani kita juga mengenal adanya konsep dasar tentang atom dari Demokritus (460-370 SM). la menggambarkan atom sebagai materi terkecil yang sedemikian kecilnya sehingga tidak dapat dibagi-bagi lagi. Inilah konsep tentang atom pertama yang tercatat oleh sejarah ilmu pengetahuan. Konsep tersebut lahir murni dari hasil pemikiran, dan bukan merupakan hasil percobaan.

Perkembangan pemikiran manusia tentang atom terus berlanjut, dan hingga kini atom masih tetap menjadi obyek penelitian yang menarik perhatian para ahli fisika. Didukung oleh berbagai hasil penemuan, maka teori tentang atom pun berkembang dari waktu ke waktu.

Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan juga mencatat, bahwa teori tentang atom yang didasarkan pada hasil percobaan pertama kali dikemukakan oleh John Dalton (1766-1844). Menurut Dalton, atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi. Atom-atom suatu unsur semuanya serupa dan tidak dapat berubah menjadi unsur lain. Dua atom atau lebih yang berasal dari unsur-unsur yang berlainan dapat membentuk molekul. Pada suatu reaksi kimia, atom-atom berpisah tetapi kemudian bergabung lagi dengan susunan yang berbeda dari semula, tetapi massa keseluruhannya tetap. Pada reaksi itu, atom-atom bergabung menurut perbandingan tertentu.

Begitu meyakinkan Dalton dalam mengemukakan teori atom, maka pada saat itu teori atomnya dipakai untuk menerangkan proses-proses dalam reaksi kimia. Penemuan-penemuan dalam bidang kimia pada abad ke-18 telah memperkokoh teori atom Dalton ini, sehingga pada saat itu keberadaan atom dapat dipercaya oleh para ahli, sekalipun mereka belum pernah melihat bentuk dari atom tersebut.

Perkembangan Berikutnya

Penemuan-penemuan baru dalam bidang fisika ternyata mampu membuka cakrawala baru pemahaman atom oleh manusia. Penemuan elektron oleh J.J. Thomson menyebabkan model atom yang dikemukakan Dalton tidak dapat diterima lagi. Dengan gugurnya model atom Dalton ini, Thomson terdorong untuk mengemukakan teori atom baru yang dikemukakannya pada tahun 1904. Thomson melukiskan bahwa atom bukanlah merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi, seperti yang dipahami manusia sebelumnya. Ia melukiskan bahwa atom mempunyai bentuk seperti bola yang muatan positifnya terbagi merata ke seluruh isi atom. Muatan positif itu dinetralkan oleh elektron-elektron bermuatan negatif yang tersebar di antara muatan positif tadi. Teori atom ini diterima secara luas oleh para ilmuwan hingga akhir abad ke-18.

Dalam perjalanan berikutnya, teori atom Thomson inipun akhirnya gugur oleh pengujian yang dilakukan Ernest Rutherford. Pengujian itu dilakukan dengan cara menembaki lempengan emas yang sangat tipis (ketebalan 0,01 mm) dengan partikel alfa. Apabila model atom Thomson itu benar, maka gerakan partikel alfa tidak akan dibelokkan sewaktu menumbuk lempeng emas.

Namun Rutherford ternyata mendapatkan hasil yang lain dari yang diharapkan semula. Partikel alfa yang ditembakkan ke permukaan lempeng emas itu ternyata tidak semuanya mampu menembus lempeng emas secara lurus. Ada beberapa diantaranya dibelokkan dan sebagian lagi dipantulkan kembali.

Dari hasil percobaannya tadi Rutherford akhirnya berkesimpulan bahwa sebagian partikel alfa dipantulkan kembali karena bertumbukan dengan bagian yang sangat keras dari atom, yang selanjutnya oleh Rutherford disebut inti atom. Dengan demikian, model atom Thomson yang menyatakan bahwa massa atom tersebar merata di seluruh isi atom tidak dapat diterima lagi. Dengan gugurnya teori atom Thomson ini, maka pada tahun 1911 Rutherford mengemukakan teori atom baru yang terdiri atas dua poin. Pertama, atom terdiri dari muatan positif dan negatif dimana semua muatan positif dan sebagian besar masa atom terkumpul pada suatu titik di tengah-tengah bola atom yang disebut inti atom. Kedua, inti atom dikelilingi oleh elektron-elektron bermuatan negatif pada jarak yang relatif jauh dimana elektron-elektron berputar pada lintasan-lintasan seperti planet yang bergerak mengelilingi matahari dalam sistim tata surya.

Penyusun Alam Semesta

Meski model atom Rutherford tadi masih memiliki beberapa kelemahan, namun teori itu dapat memberikan gambaran kasar tentang atom. Model atom seperti inilah yang biasanya diperkenalkan kepada masyarakat awam maupun pelajar pemula. Dan gambaran tadi, paling tidak kita menyadari bahwa pada prinsipnya atom adalah penyusun alam semesta. Atom ada di sekeliling kita. Bahkan tubuh kita sendiri pada prinsipnya tersusun atas atom-atom.

Untuk mengenali lebih lanjut tentang keberadaan atom itu, marilah kita mengambil salah satu contoh yang paling sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika dalam menjalani kehidupan ini manusia membutuhkan air minum, maka dari air minum itu kita dapat menemukan atom. Dari satu gelas air, kita bisa mengambil setetes air. Dalam setetes air itu terdapat bertrilyun-trilyun molekul air. Molekul adalah bagian terkecil dari suatu materi yang masih memiliki sifat dasar materi. Jika segelas air bersifat cair pada suhu ruangan dan tidak berwarna, maka satu molekul airpun masih rnemiliki sifat dasar air, yaitu cair dan tidak berwarna.

Dalam ilmu kimia, air memiliki rumus molekul H2O, yang berarti satu melekul air tersusun atas dua buah atom hidrogen (H) dan satu buah atom oksigen (O). Dalam hal ini atom merupakan bagian terkecil dari suatu materi yang sudah tidak memiliki sifat dasar materi. Atom hidrogen dan oksigen dalam keadaan terpisah (tidak membentuk molekul air) berada dalam bentuk gas pada temperatur ruangan.

Dari gambaran sederhana di atas mudah-mudahan pembaca mengerti apa sebenarnya atom itu. Atom tidak lain adalah bagian terkecil penyusun alam semesta ini. Materi pengisi jagad raya ini tersusun atas berbagai jenis atom yang saling berikatan, sehingga membentuk molekul yang selanjutnya menghasilkan benda-benda seperti batu, kayu, air, udara, besi, tanah, hingga tubuh manusia dan sebagainya.

Kampus yang Egaliter

img08LINGKUNGAN kampus merupakan tempat berkumpul mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah, ekonomi, kemampuan, suku, dan agama yang berbeda. Perbedaan ini membentuk komunitas sendiri yang memiliki kesamaan. Komunitas seperti ini banyak ditemukan di berbagai kampus. Kegiatan yang dilakukan pun beragam, sesuai dengan semangat yang dibangun.

Komunitas mahasiswa kaya cenderung melakukan kegiatan glamor. Komunitas daerah akan melakukan kegiatan yang sifatnya mengakrabkan persaudaraan.

Komunitas keagamaan akan melakukan kegiatan keagamaan. Komunitas ilmiah akan melakukan kajian ilmiah. Komunitas kritis akan melakukan kegiatan sosial-politik dan budaya. Masih banyak komunitas yang lain dengan kegiatan yang bervariasi.

Setiap komunitas memiliki ikatan emosional yang tinggi, sehingga setiap ada permasalahan yang menyangkut komunitasnya, semua anggota akan merespon.

Tidak jarang antarkomunitas ini saling berebut pengaruh dan citra, hingga menimbulkan keirian / kebencian terhadap komunitas lain. Dengan begitu, pengaruh dan citra dengan sendirinya akan membentuk kastanisasi dalam dunia kampus.

UU BHP bukanlah penyebab kastanisasi, karena sejak lama kastanisasi terjadi dengan sendirinya. UU BHP hanya akan menambah komunitas mahasiswa kaya, meski tidak semua mahasiswa kaya akan bergabung dengan komunitas itu, karena dunia mahasiswa adalah dunia bebas yang memberi kesempatan untuk menggunakan potensi dan minatnya.

Karena itu, perlu dibentuk kehidupan yang egaliter dalam dunia kampus. Kampus egaliter dapat terwujud dengan peran elite kampus seperti UKM, HMJ, BEM, dosen dan institusi. UKM, HMJ, dan BEM berfungsi membentuk sistem kekerabatan dan persaudaraan antarmahasiswa, misalnya melalui Ospek yang bernuansa kekeluargaan dan tidak arogan.

Dosen berperan sebagai pengawas perilaku mahasiswa yang berlebihan dalam berpakaian dan berperilaku. Sedangkan institusi membuat regulasi yang mendukung kegiatan UKM, HMJ, dan BEM.

Melihat realita saat ini, jurang antara kaya dan miskin makin ketara, perasaan kecil hati akan menimpa komunitas yang kecil dan terpinggirkan.

Antarkomunitas tidak ada komunikasi dan terus bersaing secara diam-diam. Akhirnya ada yang jadi korban. Realita ini tidak bisa dibiarkan. Maka elite kampus harus berpadu untuk menciptakan nuansa kampus yang ramah dan egaliter

The Secret of Your Spiritual DNA

setiap manusia dilahirkan dengan performance yang berbeda-beda, akan tetapi terdapat satu kesamaan, yaitu performance spiritual atau ruhiahnya, yakni fitrahnya. Hanya selanjutnya kualitas spiritual ini akan berbeda-beda. Persoalan inilah yang dibahas secara deskriptif dalam bukunya Musa Kazhim ini. Read more »

Reaktor

Definisi Reaktor?
Reaktor nuklir adalah suatu alat untuk mengendalikan reaksi fisi berantai dan sekaligus menjaga kesinambungan reaksi itu. Reaktor nuklir ditetapkan sebagai “alat yang menggunakan materi nuklir sebagai bahan bakarnya Materi fisi yang digunakan sebagai bahan bakar misalnya uranium, plutonium dan lain-lain. Untuk uranium digunakan uranium alam atau uranium diperkaya. Jadi secara umum reaktor nuklir adalah tempat berlangsungnya reaksi nuklir yang terkendali. Untuk mengendalikan operasi dan menghentikannya digunakan bahan penyerap neutron yang disebut batang kendali. Jenis reaktor nuklir dibedakan berdasarkan besarnya energi kinetik neutron yang merupakan faktor utama dalam reaksi fisi berantai, yaitu reaktor neutron panas, reaktor neutron cepat dan lain-lain. Berdasarkan jenis materi yang digunakan sebagai moderator dan pendingin, reaktor diklasifikasikan menjadi reaktor air ringan, reaktor air berat, reaktor grafit dan lain-lain. Berdasarkan tujuannya, diklasifikasikan menjadi reaktor riset, reaktor uji material, reaktor daya dan lain-lain Read more »

Riwayat Masa Depan Manusia

Bulan Charles Darwin baru saja berakhir. Keriuhan dalam perayaan 200 tahun kelahiran dan 150 tahun kemunculan kitab fenomenalnya, The Origin of Species, mulai berangsur senyap.

Sambil membersihkan sisa-sisa pesta, keingintahuan akan masa depan pun merayap naik: apakah evolusi manusia sudah berakhir seperti nasib perayaan ini? Siapa pun yang memegang teguh gagasan Darwin seharusnya menolak memberi kata sepakat atas pertanyaan tersebut.

Evolusi organik adalah peristiwa yang pasti, sama pastinya dengan bumi mengelilingi matahari. Tidak ada makhluk yang bisa menghindar. Keanekaragaman, eksis, atau punahnya suatu spesies diputuskan sepenuhnya oleh seleksi alam, penggerak utama evolusi, dan itu juga berlaku untuk Homo sapiens. Read more »